Sabtu, 25 Oktober 2014
Jum'at, 07 Maret 2014, 20:58 WIB

ASTAGA! Pembunuh Ade Sarah Masih Bisa Tersenyum Manis Saat Difoto

JIBI

Ade Sarah/jajaki.com

Bisnis.com, JAKARTA - Foto pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafiz dan pacarnya Asifah tersangka pembunuhan Ade Sarah yang diduga sedang berada di kantor polisi ramai di media sosial path dan twitter.

Dalam foto yang diunggah oleh akun Fakhri Maulana @FvckhriMH, Hafitd mengenakan jaket dan kemeja biru serta celana hitam. Sedangkan Asifah memakai sweater biru putih, syal dan celana jeans.

Ekspresi Hafitd terlihat datar saat difoto, sedangkan Asifah masih bisa tersenyum manis. 

"Di kantor polisi aja masih bisa senyum, yassalam. Malu pernah bertemen sama lo berdua. Ewh," tulis Fakhri Maulana @FvckhriMH, Jumat (7/3/2014).

Jenazah Ade Sarah Angelina Suroto sendiri sudah selesai dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014).

Dalam foto yang diunggah oleh akun Fakhri Maulana @FvckhriMH, makam Ade berbentuk kotak dengan taburan bunga di atasnya. Nisan salib putih dengan nama Ade Sarah Angelina Suroto dan tanggal lahir tertancap di bagian atas makam.

Ade Sarah diduga dibunuh oleh Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafiz yang dibantu oleh pacarnya Asifah.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (6/3/2014) malam, pelaku adalah sepasang kekasih, Hafiz dan Asifah. Sedangkan, Hafitd adalah mantan kekasih Ade Sarah.

Kedua tersangka pelaku memukul dan menyetrum korban di dalam kendaraan mobil berjenis city car di sepanjang jalan dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Timur.

Setelah pingsan, pelaku menyumpal mulut korban dengan koran hingga meninggal dunia, kemudian jasad Sarah di Jalan Tol Bintara Kilometer 41 JORR.

Korban juga dicekik, dan di tubuhnya terdapat luka lebam di bagian paha dan tangan akibat tindakan penganiayaan. Selain itu, ditemukan lembaran kertas di tenggoran Ade Sarah.

Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi mengatakan Ade Sarah tewas akibat pembunuhan dengan cara dicekik.

"Ditemukan juga dalam tenggorokan korban ada sejumlah lembaran kertas. Kemungkinan dia dipaksa untuk memakannya saat peristiwa pembunuhan berlangsung," kata Siswo.

Selain itu, kata dia, korban dipastikan oleh tim dokter telah meninggal sekitar 48 jam sebelum jasadnya ditemukan di pinggir Tol Bintara arah Cikunir, Rabu (5/3/2014).

"Perkiraan tim medis, korban tewas dua hari sebelumnya. Hanya saja, jasad korban baru dibuang pada malam hari di lokasi kejadian," katanya.

Pelaku pembunuhan berupaya menghapus jejak kejahatannya dengan menghilangkan identitas korban.

Saat ditemukan, tidak terdapat satu pun identitas yang melekat pada tubuh korban. Yang tertinggal hanya pakaian putih dan celana hitam dengan sebuah gelang bertuliskan "Java Jazz Festival".

"Identitas korban kita ungkap melalui pemeriksaan sidik jari yang kita cocokan dengan perangkat KTP elektronik," katanya. (Kabar24.com)

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Berita Terkait »

Populer »

Pilihan Editor »