Rabu, 26 November 2014
Jum'at, 21 Maret 2014, 13:11 WIB

PENCARIAN PUING MH-370: AS 'Ragu', Australia Optimistis Berhasil

JIBI

palembang.tribunnews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Meski penemuan obyek radar satelit Australia sempat heboh dan menyimpan harapan, namun hingga kini puing yang diduga milik pesawat Malaysia Airlines MH370 belum juga ditemukan. (BacaPESAWAT MH370 HILANG: Obyek Temuan Australia Diduga Ekor)

Hasil pencarian Kamis (20/3/2014) gagal, tanpa menghasilkan apapun. Pesawat pengintai yang menyambangi lokasi 2 benda berukuran panjang 24 m dan 5 m tidak mampu menemukan kedua benda yang diduga puing dari Boeing 777 tersebut. Meskipun, kapal milik Norwegia terus melanjutkan pencarian hingga malam hari.

Kru pesawat pencari MH370 menghentikan pencarian di selatan Samudera Hindia sekitar pukul 01.00 GMT atau 20.00 WIB, Kamis (20/3/2014).

Seperti dilansir dari dailymail, Jumat (21/3/2014), para pesawat pencari itu telah beroperasi selama 10 jam (sejak pukul 10.00 WIB) dengan kondisi yang berbahaya tapi gagal menemukan puing-puing tersebut. Pencarian udara dihentikan, karena masuk malam dan area menjadi gelap, setelah sepuluh jam berburu.

Pencarian belum pernah terjadi sebelumnya di perairan dengan kedalaman hingga 5.000 meter.

Sebelumnya, Pemerintah Australia merilis gambar yang diambil oleh satelit yang kemungkinan puing-puing pesawat yang terlihat di sebelah barat daya dari Perth di salah satu daerah yang paling terpencil di bumi. Lokasi itu ditempuh 4 jam dengan pesawat dari pantai Australia.

Para awak pesawat dilaporkan terhambat oleh kondisi cuaca yang buruk disebabkan hujan dan kabut, tetapi mereka menyatakan akan kembali lagi ke lokasi itu pada hari ini, Jumat (21/3/2014).

Sebuah pernyataan dari Otoritas Keselamatan Maritim Australia mengatakan empat pesawat telah mencari area seluas 23.000 km persegi, tetapi tanpa hasil apapun.

Wilayah pencarian puing itu berada di sekitar pertengahan antara Australia dan pulau-pulau terpencil di lepas Antartika.

Kru pesawat Angkatan Laut AS P-8 Poseidon menyatakan selama pencarian hari pertama bahwa 'ada sesuatu di bawah sana' menurut ABC.

Berbeda dengan awak dari pesawat Air Force Royal Australia percaya mereka akan mendapatkan hasil, kendati dalam kondisi yang sangat berbahaya.

MH370 terbang dari Kuala Lumpur tujuan Beijing pada Sabtu pagi (8/3/2014) pukul 01.20 waktu Malaysia, tetapi sekitar 1 jam setelah terbang transponder dimatikan, sehingga pengawas lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat itu. (Jibi/Bisnis.com)

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Berita Terkait »

Populer »

Pilihan Editor »